Joresan, Sabtu (11/7/2026) – Pondok Pesantren Al-Islam Joresan mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdasarkan Pendekatan Deep Learning dan Pembelajaran Berbasis Cinta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026, ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Artikel Terkait
Workshop dikawal langsung oleh Direktur PP Al-Islam Joresan, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I., bersama Ustadz Imron Ahmadi, S.Ag. selaku Kepala MA Al-Islam. Kehadiran pimpinan pesantren dan madrasah menunjukkan komitmen kuat PP Al-Islam Joresan dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai narasumber, yaitu:
- Dr. Basuki, M.Ag. (Dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
- Dr. Wildan Nafii, M.Pd.I (Dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
- Dr. Muhammad Muchlish Huda, M.Pd.I (Dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
- Mukhlas Habibi, M.Pd. (Mahasiswa S3 DSI Pascasarjana UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo)

Selama workshop, para peserta memperoleh penguatan mengenai konsep penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dengan Pembelajaran Berbasis Cinta, mulai dari perencanaan tujuan pembelajaran, penyusunan pengalaman belajar yang bermakna, asesmen, hingga strategi implementasi di ruang kelas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, empati, kepedulian, serta kecintaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan, sesama, dan lingkungan.
Direktur PP Al-Islam Joresan, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I., menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru harus menjadi langkah awal dalam menyambut tahun ajaran baru.
“Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, tahun ajaran baru harus diawali dengan peningkatan kompetensi pendidik. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh guru mampu menyusun modul ajar yang mendalam, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai cinta, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama.”

Sementara itu, Kepala MA Al-Islam, Ustadz Imron Ahmadi, S.Ag., menyampaikan bahwa penyusunan modul ajar merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.
“Modul ajar yang dirancang dengan baik akan menjadi panduan bagi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang terarah, aktif, dan bermakna. Pendekatan Deep Learning dipadukan dengan Pembelajaran Berbasis Cinta menjadi ikhtiar kita untuk menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, sekaligus pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam dan perkembangan zaman.”
Melalui workshop ini, PP Al-Islam Joresan berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap mengimplementasikan pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan humanis. Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat baru untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mewujudkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan mulia dalam akhlak.