Tak Hanya Membentuk Karakter, Namun Mengajarkan Ta’dzim, Khidmah, dan Penghambaan

Al-Islam Joresan, Ajarkan Sikap Hingga Khidmah, Wemerza, Alumni 2017

Wemerza Hindid Dahlawi, Alumni Al-Islam Joresan 2017, yang kini menjadi Ketua PC IPNU Ponorogo. Ia mengatakan yang menggambarkan refleksinya sebagai Alumni Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Ia mengatakan, Karakter adalah tindakan spontanitas, yang dihasilkan dari proses pembiasaan, “Al-Islam” yang tak hanya memperbaiki tapi juga merawat, yang mengajarkan nilai ta’dhim, khidmah dan kehambaan, dan yang ketika pulang punya mental terjun di masyarakat.”

Ungkapan yang dikemukakan oleh Wernerza Hindid Dahlawi mengacu pada pengalamannya sebagai alumni Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Menurutnya, karakter seseorang adalah hasil dari tindakan spontanitas yang dihasilkan dari proses pembiasaan. Proses pembiasaan ini diajarkan oleh Pondok Pesantren Al-Islam Joresan yang tidak hanya memperbaiki karakter siswa, tetapi juga merawatnya.

Salah satu nilai yang diajarkan oleh Pondok Pesantren Al-Islam Joresan adalah ta’dhim, yang mengajarkan sikap santun dan hormat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menghargai orang lain dan menunjukkan rasa hormat. Selain itu, nilai khidmah juga diajarkan, yaitu pengabdian. Siswa diajarkan untuk melayani orang lain dan membantu sesama dengan ikhlas.

Yang terakhir, Pondok Pesantren Al-Islam Joresan juga mengajarkan nilai kehambaan, yaitu sikap rendah hati dan tunduk kepada Allah. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, siswa diajarkan untuk selalu mengingat Allah dan berusaha untuk memperbaiki diri agar lebih baik.

Dari pengalaman ini, Wernerza Hindid Dahlawi menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Al-Islam Joresan tidak hanya melatih karakter siswa, tetapi juga membantu siswa untuk memiliki mental yang siap terjun ke dalam masyarakat setelah kembali dari pondok pesantren. Oleh karena itu, karakter yang dihasilkan dari proses pembiasaan di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan merupakan karakter yang spontan dan natural.

Berdasarkan ungkapan Wernerza Hindid Dahlawi, dapat diambil kesimpulan bahwa Pondok Pesantren Al-Islam Joresan merupakan lingkungan yang ideal bagi santri yang ingin meningkatkan karakter dan keimanan mereka. Santri yang telah memilih Pondok Pesantren Al-Islam Joresan harus bersyukur atas pilihannya karena akan mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang di lingkungan yang mendukung peningkatan karakter dan keimanan.

BACA JUGA  Alumni Boleh Lho Usul. Ini Cara Menyampaikannya!

Santri yang telah mendaftar di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan harus berusaha untuk istiqomah atau konsisten dalam mengikuti pembiasaan yang diajarkan di pondok pesantren. Hal ini penting karena karakter yang baik tidak bisa diperoleh dengan cepat dan mudah, melainkan membutuhkan proses dan konsistensi dalam pembiasaan.

Selain itu, santri yang sedang belajar di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan juga harus menghargai dan menghormati lingkungan sekitar, menunjukkan sikap rendah hati dan selalu berusaha untuk membantu sesama. Dengan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan di pondok pesantren, santri dapat meningkatkan karakter dan keimanan mereka, serta menjadi pribadi yang siap terjun ke dalam masyarakat setelah selesai belajar di pondok pesantren.

Oleh karena itu, bagi santri yang sedang belajar atau akan mendaftar di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, harus memahami bahwa pilihan mereka sudah tepat dan harus disyukuri. Selain itu, mereka harus berusaha untuk istiqomah dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan di pondok pesantren agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*