Masih Ragu Daftar Al Islam? Yuk Simak Penuturan Nuning Rodiyah, Komisioner KPI Pusat

Nuning Rodiyah, seorang alumni Pondok Pesantren Al Islam Joresan tahun 1998 dan saat ini menjadi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, memberikan kesan yang sangat positif tentang pengalaman belajarnya di pesantren. Menurutnya, Al Islam Joresan adalah sebuah lembaga pendidikan yang memberikan pondasi nilai kehidupan yang sangat kuat, yang masih melekat dalam dirinya hingga kini.

Nuning Rodiyah terkenal dengan aktivitasnya di berbagai organisasi. Dirinya pernah menjadi Ketua Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Perguruan tinggi terbesar di Sidoarjo, Wakil Ketua KNPI Jawa Timur Bidang Diplomasi Publik dan Luar Negeri, Wakil Sekretaris ICMI Jawa Timur, Ketua Umum KOHATI Badko Jawa Timur, dan Manajer Program Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur. Tak hanya itu, Nuning pun menjabat sebagai Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur dan juga menjabat sebagai Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) pada tahun 2017-2022.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Koordinator Putri Gerakan Pramuka Al-Islam pada tahun 2006 telah dipilih sebagai komisioner Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur pada tahun yang sama dan menjabat hingga tahun 2016. Nuning Rodliyah kemudian melanjutkan pengabdiannya kepada negara pada bulan Juli 2016 dengan dilantik sebagai anggota KPI Pusat untuk masa bakti 2016 hingga sekarang.

Ia menuturkan, “AL-ISLAM adalah Lembaga Pendidikan yang mengajarkan pondasi nilai kehidupan, panca jiwa benar-benar lekat dalam benak saya dan juga senantiasa membersamai kehidupan saya dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi.

Dan nilai filosofis panca tujuan yang telah diajarkan tidak semata Ketika menuntut ilmu, tetapi juga dalam mencapai tujuan hidup saya, beribadah tholabul ilmi; beriman, berKarena dengan lima tujuan tersebut akan menuntun kita menjadi insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam.”

BACA JUGA  Santri Al-Islam Capai Hampir 3000, Prestasi Atau Ujian?

Salah satu aspek penting yang dia nilai dari pesantren tersebut adalah panca jiwa, yang merupakan lima nilai filosofis yang sangat erat dengan Islam. Nuning Rodiyah mengungkapkan bahwa nilai-nilai tersebut selalu menemani dirinya dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi.

Lebih jauh, Nuning Rodiyah menegaskan bahwa pengajaran tentang panca tujuan di Al Islam Joresan tidak hanya terjadi ketika belajar di pesantren, tetapi juga dalam mencapai tujuan hidupnya secara keseluruhan, baik dalam hal beribadah, menuntut ilmu, beriman, berakhlak, dan beramal. Menurutnya, kelima tujuan tersebut sangat penting untuk menjadi insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bermartabat dan bernafaskan Islam.

Dari kesan yang diberikan oleh Nuning Rodiyah, dapat disimpulkan bahwa Al Islam Joresan merupakan sebuah pesantren yang memberikan pengajaran yang kuat dan komprehensif tentang nilai-nilai Islam, yang tidak hanya berlaku dalam konteks belajar di pesantren, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa pesantren dapat menjadi sebuah institusi pendidikan yang sangat penting dan relevan dalam membangun karakter dan kepribadian seorang individu.

Kesan yang diberikan oleh Nuning Rodiyah tentang pengalamannya di Pondok Pesantren Al Islam Joresan sangat penting untuk dipertimbangkan oleh para calon santri saat memilih lembaga pendidikan Islam yang tepat untuk mereka. Saat ini, dengan semakin kompleksnya tantangan kehidupan modern dan semakin meningkatnya tuntutan dunia global, kebutuhan akan pondasi nilai-nilai kehidupan yang kuat dan benar semakin penting.

Melalui kesannya, Nuning Rodiyah telah menegaskan bahwa Al Islam Joresan memberikan pengajaran yang kokoh dan menyeluruh tentang nilai-nilai kehidupan, termasuk panca jiwa dan panca tujuan. Hal ini memberikan kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan karakter, kepribadian, dan spiritualitas mereka yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

BACA JUGA  Mantab Mengawal Demokrasi Wonogiri Berkah Pendidikan Di Al-Islam

Nuning Rodiyah juga menuturkan, “Pengalaman berharga saya, sejak masuk Al-Islam telah diajarkan public Speaking dalam program muhadlorah serta lomba pidatosetiap tahunnya, dan saya juara pidato Bahasa Indonesia dan Juga Juara Pidato Bahasa Inggris, Selain itu saya menjadi ketua Koordinator Putri Gerakan Pramuka Al-Islam, yang dengan posisi itu sya diajarkan kepemimpinan, networking dan kemandirian dalam menjalani hidup. Dan semua pengalaman saya Di Al-Islam membuat saya semakin matang menjalani setiap tahapan pengalaman kehidupan saya.”

Ungkapan Nuning Rodiyah tersebut menggambarkan pengalaman berharga yang diperolehnya selama berada di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Ia menjelaskan bahwa sejak awal ia masuk di Al-Islam, ia telah diajarkan public speaking melalui program muhadlorah dan lomba pidato yang diadakan setiap tahun. Melalui program tersebut, ia berhasil meraih juara pidato bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Selain itu, Nuning Rodiyah juga menjadi ketua Koordinator Putri Gerakan Pramuka Al-Islam, yang memperoleh pengajaran tentang kepemimpinan, networking, dan kemandirian dalam menjalani hidup. Dalam hal ini, Pondok Pesantren Al-Islam Joresan memberikan kesempatan bagi santrinya untuk mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan pengembangan diri, yang akan sangat berguna di masa depan.

Dari pengalaman yang diperolehnya di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Nuning Rodiyah merasa bahwa pengalamannya tersebut telah membuatnya semakin matang dalam menjalani setiap tahapan pengalaman hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran yang diberikan oleh lembaga pendidikan Islam seperti Al-Islam Joresan tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan sosial dan kepribadian.

Ungkapan Nuning Rodiyah ini dapat menjadi inspirasi bagi calon santri untuk memilih lembaga pendidikan Islam yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain memperoleh pengajaran agama yang kuat, mereka juga perlu mencari lembaga yang mampu mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan pengembangan diri, yang akan sangat berguna bagi mereka di masa depan.

BACA JUGA  Kesan dan Pesan Hanik Mahliatussikah, Alumni 1992 Dengan Segudang Prestasi

Oleh karena itu, bagi para calon santri saat ini, memilih lembaga pendidikan Islam yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka adalah hal yang sangat penting. Mereka perlu mencari lembaga yang mampu memberikan pengajaran dan pendidikan yang kokoh dan menyeluruh tentang nilai-nilai Islam, serta mampu mengembangkan karakter dan kepribadian mereka.

Selain itu, mereka juga perlu mencari lembaga yang mampu menyesuaikan diri dengan tantangan dunia global, yang membutuhkan keterampilan dan kemampuan yang mumpuni dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan komunikasi. Dalam hal ini, lembaga pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern adalah sangat diperlukan.

Dengan demikian, kesan yang diberikan oleh Nuning Rodiyah tentang pengalamannya di Pondok Pesantren Al Islam Joresan memberikan pengingat bagi kita semua bahwa memilih lembaga pendidikan Islam yang tepat adalah hal yang sangat penting, baik untuk mengembangkan diri dan karakter, maupun untuk menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Dan pondok pesantren Al Islam Joresan insya Allah akan menjadi pilihan yang tepat untuk calon santri yang kini sedang mencari lembaga pendidikan. Yuk daftar!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*