Urgensitas Keseimbangan IT Dan Akhlaq Bagi Santri

Basis Narasi

Sekitar tahun 2001 diibarat kantor Gedung Ibnu Rusyid terpampang sebuah papan buletin yang bertuliskan;

“Dengan ilmu hidup jadi mudah. Dengan iman hidup jadi terarah. Dengan seni hidup jadi indah.”

Dari ilmulah kemudian muncul sebuah kesimpulan-kesimpulan serta evaluasi yang diaktualisasikan menjadi sebuah sistem yang praktis. Yang di kemudian hari kita mengenalnya sebagai sebuah teknologi. Teknologi pun berkembang di berbagai bidang salah satunya di dunia informasi, kita mengenalnya sebagai IT.

Bagi yang belum familiar IT itu apa? IT  adalah singkatan dari information and technology. Yang kemudian disingkat dengan IT. IT merupakan istilah umum untuk teknologi yang membantu manusia dalam hal membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

IT dan Jenis Pengguna

Perkembangan IT semakin luas dan begitu luar biasa. Berbagai macam hal berhasil dilakukan dengan terobosan-terobosan melalui perkembangan teknologi. Semakin ke sini produk-produk teknologi semakin banyak dan berhasil dikreasikan oleh para ahli. Tak ayal lagi, dalam penggunaan teknologi ini pun muncul berbagai macam kategori pengguna.

Ada sekelompok orang yang benar-benar berhasil memanfaatkan IT untuk menunjang kehidupannya. Sehingga proses kerja dan hasil yang diperoleh pun semakin baik dan produktif. Sebagaimana beberapa orang yang kemudian memanfaatkan Tik tok, youtube channel, atau Google ads untuk melakukan promosi penjualan. Ribuan orang pun berhasil tertarget di mana dengan cara manual atau tradisional hal ini tidak bisa atau sulit dilakukan.

Beberapa kelompok lain yang sadar akan kekuatan it menggunakan teknologi dan produk-produk darinya untuk dimanfaatkan sebagai sarana dan media untuk kepentingan-kepentingan pribadinya. Beberapa produk IT pun terkadang digunakan untuk memanipulasi kepentingan dan menggerakkan massa.

BACA JUGA  Tradisi Al Islam Yang Jadi Keunggulan

Kedua kelompok di atas tentu saja sama-sama menyadari kekuatan dan manfaat dari teknologi. Hanya saja dengan kepribadian yang berbeda keduanya pun menggunakan IT untuk kepentingan yang benar-benar berbeda. Sekelompok menggunakan IT untuk menunjang kemaslahatan umum dan kebaikan bersama. Menunjang produktivitas kerja. Sementara yang lain memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan secara pribadi atau kelompok.

IT Di Al-Islam Joresan

Karenanya santri di pondok pesantren Al Islam tidak hanya dikenalkan ilmu pengetahuan teknologi namun juga dikenalkan dasar-dasar aqidah, akhlak, dan karakter yang baik. Diharapkan nantinya santri-santri bisa memanfaatkan teknologi dengan baik bahkan maksimal namun tetap dalam batas-batas dan koridor yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Perkembangan teknologi dan pembelajaran, keduanya harus dipadukan dan dimanfaatkan dengan baik. YouTube channel misalnya, berbagai macam ilmu pengetahuan bisa diambil dari  YouTube. Namun di dalam YouTube pun tersimpan ribuan bahkan jutaan konten-konten yang tidak baik dan bahkan menjerumuskan.

Namun apakah YouTube seperti itu tidak boleh digunakan? Tentu saja boleh tergantung penggunanya. Mereka yang bisa memanfaatkan YouTube sebagai sarana pengembangan pengetahuan tentu akan mendapatkan banyak manfaat. Namun bagi mereka yang memanfaatkannya untuk sekedar menjerumuskan orang lain tentu saja hal ini tidak diperbolehkan.

Membahas hal ini sama halnya dengan membicarakan pisau. Kendati pisau secara teknis dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan di dapur, namun bisa juga bisa ini menjadi alat yang kurang bagus ketika digunakan untuk hal-hal yang kurang baik.

Antara Memanfaatkan Dan Menyalahgunakan

Mengenalkan IT kepada santri adalah menjadi wajib mengenalkan juga akhlak dan bagaimana membangun karakter. Mengenalkan IT samanya dengan mengenalkan 1000 jurus kepada santri. Mengenalkan IT sama halnya dengan menunjukkan jalan pintas menjalankan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Namun ketika tidak ada keseimbangan antara pengetahuan tentang teknologi dengan karakter dan akhlak seorang santri, yang terjadi justru bukannya teknologi akan membantu kehidupan santri tapi justru melainkan menjadikannya melakukan tindakan-tindakan yang bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

BACA JUGA  Al-Islam, Pesantren Seribu Pintu Dengan Sembilan Keunikan

Sebagai contoh tindakan penyalahgunaan IT adalah tindakan hacking, carding, spamming, phising, dan aktivitas lain yang memanfaatkan IT untuk tujuan merugikan orang lain. Sementara itu diharapkan dengan adanya pembelajaran dan pendidikan karakter dan akhlak santri semakin mengenal teknologi akan semakin bisa memanfaatkannya untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama. Pada penjelasan ini menjadi semakin dimengerti bahwa beda sekali antara memanfaatkan dan penyalahgunaan.

Karenanya begitu penting untuk membekali santri-santri dengan kemampuan teknologi yang mumpuni namun tetap dengan mendasarinya berdasarkan keimanan dan akhlak yang mapan. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan kemudian mengenalkannya kepada santri adalah sebuah keniscayaan. Dasar-dasar yang kuat diperlukan untuk menjadi basis berdirinya bangunan pengetahuan teknologi Santri, sehingga kelak santri-santri mampu menjadi sosok orang yang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik bukan menyalahgunakan teknologi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*