“Wow.. Kau benar-benar datang rupanya!” Jym menghampiriku dan mengajakku ke tempat mereka berkumpul. Beberapa botol minuman beralkohol nampaknya sudah kosong. Salah satu dari mereka nampak mengeluarkan bingkisan yang bersegel. Setelah mereka buka isinya adalah beberapa klip kecil serbuk putih, pil putih, dan dedaunan kering. Tunggu, aku paham apa yang mereka maksud pesta. Pesta narkoba??
Mereka nampak senang sekali. Sedangkan aku, antara bingung dan takut. Ini sangat dilarang. Memang kalau miniman beralkohol saja masih biasa. Baru kali ini aku ikut serta pesta semacam ini dengan mereka.
Artikel Terkait
“Hey! Hiraga! Coba saja! Jangan malu-malu begitu!” Suha yang duduk di sampingku menyodorkan serbuk putih itu padaku. Aku hanya menggeleng kecil. Raku yang duduk di seberangku beranjak dari duduknya dan menghampiriku.
“Hahaha… anak kecil mana berani!” ejeknya kepadaku dan di sambung tawa teman-temannya.
Ia lalu dengan kasar membuka mulutku dan memasukkan benda putih itu ke mulutku. Cih! Pahit! Rasanya perutku mual. Mereka terus saja mentertawaiku.
“Begitu baru kau bukan anak kecil!” Raku menepuk bahuku lantas meninggalkanku.
Heem….