“Ayah!” gumanku. Aku langsung membalikkan badanku. Untuk apa di datang kesini. Apa ia akan memukuliku juga di tempat seperti ini…
“Chan….!” ia memanggilku. Nada bicaranya tak sekasar biasanya. Ia lalu mendekatiku.
Artikel Terkait
“Kenapa kau seperti ini, nak?” ia memperhatikan keadaanku yang buruk. Hah? Apa aku tidak salah dengar? Ia memanggilku ‘nak’? Aku masih mengacuhkannya. Tak pernah sekalipun dalam hidupku ia bersikap seperti ini padaku.
Aku kaget saat ia tiba-tiba merangkulku.
“Apa kau datang kesini untuk memukuliku lagi? Apa kau datang kesini untuk membentakku lagi? Apa kau datang kesini untuk membuangku di tempat yang jauh dari hidupmu….????” suaraku terdengar parau. Dan aku tak berhasil menyembunyikan air mataku yang terus meluap.
Heem….