“Tentu saja! Siapa lagi? Ck! Dia selalu memintaku membelikan mainan baru tiap aku datang ke rumahmu. Makannya aku jarang kerumahmu.” Shin hanya melongo mendengar penjelasanku. Seperdetik kemudian ia mentertawaiku.
“Hahaha..! jadi karena itu kau jarang kerumahku! Kupikir karena kau tak suka dengan keadaan rumahku.”
Artikel Terkait
“Berhenti tertawa! Ini semua karena adikmu itu.” Aku hanya bersungut-sungut ria karena Shin tak berhenti tertawa.
Keadaan menjadi hening karena Tuan Kim memasuki kelas. Seperti biasa, beliau memasang wajah yang sama sekali tak mengenakkan untuk dipandang. Kami mengikuti pelajarannya hingga habis jam pelajaran. Dan ini akan sangat lama.
*****
Aku mengurungkan niatku untuk memasuki rumah. Sepertinya sedang terjadi pertengkaran di dalam. Hash! Rumah ini benar-benar seperti neraka saja! Hidupku tak seperti ini sebelum 5 tahun yang lalu. Semenjak ibuku meninggal. Aku hanya mematung di ambang pintu mendengar pertengkaran mereka.
Heem….