📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

“Chan!” Shin menghampiriku yang tengah melamun di halaman belakang sekolah. Ia memperhatikanku agak lama. Dan aku hanya memandang lurus ke depan, tak sedikitpun menoleh pada Shin.

“Chan, kau sadar? Kau sekarang berbeda. Kenapa kau selalu menghindar dariku?” ia menghela napas sebentar.

“Kau sdang banyak masalah? Bukan seperti ini Chan caranya. Ku kira kau menganggapku sebagai sahabatmu.” Ia menatapku lagi.

Aku beranjak dari tempat dudukku. Apa yang Shin katakan sama sekali tidak mendapat respon dariku. Aku tau aku jahat. Shin turut beranjak dari duduknya.

“Baiklah jika aku tak kau perlukan lagi. Terimakasih sudah menganggapku sebagai sahabatmu selama ini. Aku hanya ingin mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padamu hari ini. Bahkan kau lupa dengan hari ulang tahunmu sendiri. Ck! Kau buruk!” ia menepuk bahuku sebelum ia berlalu dari hadapanku. Aku hanya memandang punggungnya dengan senyum miris.

‘Kau benar! Aku buruk sekarang! Dan aku tak ingat jika hari ini hari ulang tahunku, tapi kau mengingatnya dengan baik, Shin! Maaf!’  aku terdiam sebentar mencerna apa yang barusan aku terima. Aku hanya perlu waktu untuk semua ini. Aku tidak sepenuhnya berubah. Aku hanya berusaha meluapkan apa yang selama ini tertahan dalam diriku. Itu membuatku sakit. Maafkan aku, Shin…..