📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

Ia melirik Hwa Ram yang masih diam, sibuk dengan dunianya sendiri. Wanita berhijab kelabu itu memajukan bibirnya, sebal sekali.

Okay, sekarang kau bawa kacang ini ke sana, giling kasar. Aku akan membuat adonannya,” Hwa Ram sudah menyisingkan sedikit lengan bajunya dan memakai sarung tangan plastik ketika ia menunjukkan mesin giling di sudut kanan mereka. Tangannya mulai memasukkan tepung terigu dan lainnya, kecuali bubuk kayu manis dan kacang yang akan digunakan sebagai isi.

Hyo Hwa sudah tak cemberut lagi, hatinya sudah kembali dipenuhi pelangi. Hwa Ram sampai menggelengkan kepalanya yang juga dibalut hijab berwarna kelabu. Adik sepupunya itu mudah berubah suasana hatinya.

Hyo Hwa terus bersenandung ria membawa sebaskom kacang tanah, meletakkan di samping mesin giling. “Life couldn’t get better… Uuu yeyeye~ Life couldn’t get better~.” Hyo Hwa mengangguk-anggukkan kepalanya seiring dengan lagu yang ia nyanyikan. Lagu dengan judul Miracle milik Super Junior, boygroup favoritnya sejak lima tahun lalu, bahkan sekarang ia telah terdaftar sebagai ELF[6] resmi. Suatu kebanggaan tersendiri untuk dirinya. Dan untungnya sang suami tak mempermasalahkan.

Selang setengah jam ia terus berdiri di depan mesin giling, wanita itu kembali ke sisi Hwa Ram yang pun telah rampung dan sedang menutup adonan dengan kain besar, menunggu hingga berkembang dua kali lipat. “Sudah selesai, tinggal mencampurkan bahan isinya, ‘kan?”